Seperti biasa, kehilanganmu masih terus menemaniku. Sesekali aku ajak semua bercanda, layaknya kupu-kupu yang mencandai beningnya air sungai. Hingga sungai menguak senyum terkena cubitan genit kupu-kupu.
Dear Alia, anakku. Begitu banyak rupa perjalanan ini. Cerita dan juga sejarahnya. Pastikan kamu tahu, tak ada yang lebih menginginkanmu selain aku. Kepakkan sayapmu dan terbanglah tinggi. Aku tunggu disini, ditaman sebelum surga dan di surga.
Depok, 2010
Tuesday, August 24, 2010
Alia.
Posted by
Cangkang
Tags :
Alia
Related : Alia.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment