Sunday, October 23, 2011

Pa, Tante Dokter Mana?

Tiba-tiba saja handphoneku berdering dan segera aku angkat, aku segera terkejut. Ini suara Alia, dia mau menelponku sendiri. Sebelumnya tak pernah kamu lakukan ini nak, dan Papa bahagia sekali. Kamu langsung bilang, "Pa, Alia sakit Pa".

Segera aku sadar, kamu mau curhat. Aku pun menjawab dengan khawatir, disertai rasa bahagia karena kamu mau menelponku Nak. Kemudian kamu menanyakan dimana Tante Dokter Vegi. Dan meski sebentar kamu cerita, sebuah kebahagiaan bagiku begitu besar menerima telponmu langsung, tanpa harus menunggu dibujuk mamamu.

Semoga cepat sembuh ya Nak.

I love you.


Sunday, October 16, 2011

Teruslah Terbang Anakku.

Dear Alia putri Papa yang cantik.

Kemarin hari, kita jalan bersama dengan Mamamu dan juga calom Mamamu. Kamu tampak bahagia sekali Nak, wajahmu berseri-seri dan tidak berhenti tersenyum hingga kita berpisah kembali. Mungkin kamu belum menyadarinya Anakku, senyumanmu yang membuatku terus bersemangat. Dan mungkin kamu belum sadar juga bahwa hari kemarin kita berbelanja, kamu sedang memainkan perasaan 3 manusia dewasa. Betapa hebatnya kamu Nak, demi kebahagiaanmu, kami yang sudah terbentuk besar dan dewasa dengan berbagai macam egoisitas bisa tertawa bersama.

Calon Mamamu, Mamamu dan Kamu
Mamamu (mantan istri papa) terlihat mencoba untuk meredam gejolak perasaannya, begitu juga dengan calon Mama sambungmu. Dia terus tetap mencoba dan berusaha untuk tetap berada di samping Papa yang sedang ingin bercengkerama denganmu, meski bukan tidak mungkin kalau dia menyimpan cemburu pada Mamamu. Apalagi melihat aku yang harus tetap memanggil Mamamu dengan kata "Mama" bagimu.

Anakku, saat ini Papa mencintai calon Mama sambungmu. Apapun akan Papa jalani untuk membahagiakannya, sekeras kepala apapun Papamu ini. Biar Papa bisa sekalian belajar bagaimana mencintaimu dan juga calon Mamamu sekaligus. Keadaan ini sangat sulit untuk dijelaskan Nak, apalagi kamu masih kecil saat ini. Semoga suatu saat kamu bisa memahami keadaan Papa dan Mamamu kenapa mesti berpisah.

Papa dan Mamamu masih saling menghormati dan menjaga hubungan baik Anakku. Semoga kamu ketika mulai bisa mendengar suara atau ucapan banyak orang nanti, bisa memahami dan juga bisa tetap menghormati kami berdua dan juga Mama sambungmu. Jangan sampai kamu menjadi pembenci karenanya. Papa yakin ketika kamu dewasa nanti, kamu akan mewarisi cinta kasih dariku. Kebencian tidak akan menyelesaikan apapun Nak, karenanya teruslah terbang dengan cinta. Papa akan terus mendampingimu hingga suatu saat harus berpindah ke Surga.

Papa masih terus berdoa agar suatu hari kamu mau ikut tinggal dirumah Papa. Papa akan bangunkan satu kamar khusus dirumah Nak, seperti papa membangun ruangan khusus buatmu dihati. Ketika kamu usia 8-14 bulan, kamu selalu ada dipelukanku Nak, di dalam satu kamar kumuh sebuah kos-kosan. Tapi sungguh Papa merindukan suasana saat itu. Kamu bahkan tidak bisa lepas dari pelukanku, kalau tidak maka kamu akan menangis keras. Tapi sekarang, kamu dipeluk Papa sebentar saja sulit sekali, kamu selalu berontak. Maafkan Papa bila ada salah Nak. Maafkan pula karena telah menyerahkanmu ke Mamamu waktu itu tanpa pamit kepadamu. Waktu itu, Papa sudah menahan tangis selama perjalanan menyerahkanmu ke Mamamu. Hingga kamu tertidur dan Papa segera menyerahkanmu, sebelum kamu terbangun dan aku harus pingsan melihatmu menangis. Maafkan Papa Nak. Semua demi kebaikanmu.

Putri Aalia Kika Syafii

Teruslah terbang Alia, putri tercintaku.




Monday, June 13, 2011

Mimpi


Wahai anakku, saat aku tulis ini mungkin saja kamu sedang tertidur lelap. Disini Papa mencoba menangkap mimpi nak, barangkali saja impianmu saat ini mendekatiku. Sekian waktu dari setiap malam yang aku lewati, doa selalu terkirim untukmu. Papa merindukanmu Nak, ingin sekali rasanya aku dengar panggilanmu membangunkan tidurku. Baik-baik ya dengan Mamamu. Katakan padanya, tak ada yang lebih baik selain menjalani sisa hidup yang dipilih.


Bekasi, 2011.

Monday, April 4, 2011

Kamu dimana Alia?

Semalam Papa bermimpi yang tidak mengenakkan, dan sulit untuk menuliskannya disini. Rasa kangen yang besar makin membesar karena Mamamu sudah satu bulan lebih tidak memberi kabar. Sementara aku tidak tahu dimana dirimu berada.

Ya Tuhan, Engkau tentu tahu yang terbaik bagi makhluk-makhlukMu. Terima kasih atas penjagaanMu terhadap Alia. Maaf atas kelemahan hamba sebagai makhlukMu. Hamba yakin Engkau akan mempertemukanku dengan Alia dan mengembalikannya padaku selamanya.

Monday, November 15, 2010

Lithium

"Papa aku keren, aku diajak jalan-jalan naik Gondola dan lihat ikan besar",

Itu yang Mamamu ceritakan padaku setelah kita selesai jalan-jalan kemarin Anakku. Betapa bahagianya aku, mendengar cerita-cerita tentangmu dari Mamamu. Setelah sekian bulan kita tak bisa bertemu, akhirnya kita bertemu kemarin. Selalu ada cerita menarik setiap kali kita selesai bertemu. Kamu yang selalu malu-malu pada awal pertemuan atau acara jalan-jalan kita.

Alia, kamu tahu nak, Papa lebih bahagia daripadamu. Sangat bahagia setiap kali bisa bertemu dan memelukmu. Mamamu menceritakan bagaimana kamu tidak mau menghapus stempel dari Ancol tempat kita jalan-jalan kemarin. Bukan kamu saja Nak, Papa juga begitu. Papa tidak mau menghapusnya saking bahagianya. Seandainya bisa, Papa ingin menghentikan hari kemarin. Biar Papa bisa lebih lama denganmu, bisa tertawa lebih lama denganmu.



Tak henti-hentinya Papa memandangi fotomu hasil jalan-jalan kemarin. Kamu sudah besar nak, kamu semakin cantik. Wajahmu yang benar-benar duplikat dariku, semakin membuatku bahagia namun juga ngeri. Terbayang semua keburukan yang telah aku lakukan. Semoga kamu tidak melakukannya Nak, semoga kamu bisa menjadi orang yang lebih bijaksana dari Papa.

Alia, Papa akan terus berdoa agar kamu tumbuh menjadi anak yang bisa mengerti masalah. Semoga pula calon ayah (tirimu) tidak memberimu warna kebencian dan kedengkian yang selalu dia lakukan pada Papamu. Yang dimana seharusnya dialah yang malu sama Papamu. Karena, pada kenyataannya Papa masih bisa baik dengannya, bahkan dengan semua bagian keluarga Mamamu. Agar kamu tahu Nak, sebagian hutang keluarga Mamamu, Papa lah yang melunasinya. Yang sebenarnya itu Papa siapkan untuk masa depanmu.

Nak, berbahagialah selalu. Papa mencintaimu lebih dari perempuan manapun di dunia ini. Belajarlah tentang kehidupan, belajarlah tentang memaafkan, belajarlah terus tentang memberi, agar hidupmu menjadi lebih bahagia dari Papa.

I love you my Child, Alia.

Friday, September 3, 2010

Alia, cepatlah besar nak..

Hari ini, aku akhirnya mengikhlaskan diri untuk tidak bisa lagi ketemu dirimu sampai kamu beranjak besar nak. Mamamu atau lebih tepatnya calon ayah tirimu, tidak menginginkan kita sering ketemu. Mereka takut pertemuan kita akan mengganggu perjalanan rumah tangga yang akan mereka rintis, padahal sudah aku katakan "aku bahkan sudah tidak lagi punya rasa cinta sama mamamu". Papa hanya ingin bisa ketemu kamu Alia, sewaktu waktu, itu saja.

Mamamu beralasan kehadiranku yang menemui bisa semakin mendekatkan kembali ke mamamu dan itu akan membuat calon ayahmu marah. Padahal anakku, Papamu ini paling pintar memegang komitmen. Papamu bisa memisahkan apapun dengan baik.

Namun, demi kebaikan mamamu yang tentu itu akan berimbas ke kamu Alia, Papa mengikhlaskanmu nak. Hanya satu doaku, semoga kamu selalu dilindungi oleh Allah SWT dan segera setelah besar carilah Papa Nak. Papa menunggumu kapanpun kamu akan datang. Papa akan bikinkan kamar khusus untukmu dirumah, seperti kamu yang selalu aku tempatkan di kamar hati paling dalam dan khusus. Cepatlah besar nak, Papa mencintaimu lebih dari siapapun di dunia ini. Cepatlah besar dan temui papa.

Alia anakku, seperti yang pernah papa tuliskan. Maafkan atas ketidakmampuan papa memperjuangkanmu. Mungkin papa terlalu ambisius menumpuk harta, sehingga harus lupa denganmu. Tapi anakku, semua bukan tanpa sebab, dulu aku lakukan untuk mengusir kesepian atas tidak adanya dirimu. Alia, kamulah penyebabnya, kamulah pemantik semangat didadaku. Sekarang, papa akan berjuang semakin kuat agar ketika kamu pulang nanti kamu bisa merasakan papa seutuhnya tanpa harus meninggalkanmu karena papa harus kerja.

Kepakkan sayapmu Anakku, terbanglah setinggi mungkin. Jadilah kebanggaan Papa. I love you.

Tuesday, August 24, 2010

Alia.

Seperti biasa, kehilanganmu masih terus menemaniku. Sesekali aku ajak semua bercanda, layaknya kupu-kupu yang mencandai beningnya air sungai. Hingga sungai menguak senyum terkena cubitan genit kupu-kupu.

Dear Alia, anakku. Begitu banyak rupa perjalanan ini. Cerita dan juga sejarahnya. Pastikan kamu tahu, tak ada yang lebih menginginkanmu selain aku. Kepakkan sayapmu dan terbanglah tinggi. Aku tunggu disini, ditaman sebelum surga dan di surga.

Depok, 2010