It's about me and my children

Sunday, October 16, 2011

Teruslah Terbang Anakku.

Dear Alia putri Papa yang cantik.

Kemarin hari, kita jalan bersama dengan Mamamu dan juga calom Mamamu. Kamu tampak bahagia sekali Nak, wajahmu berseri-seri dan tidak berhenti tersenyum hingga kita berpisah kembali. Mungkin kamu belum menyadarinya Anakku, senyumanmu yang membuatku terus bersemangat. Dan mungkin kamu belum sadar juga bahwa hari kemarin kita berbelanja, kamu sedang memainkan perasaan 3 manusia dewasa. Betapa hebatnya kamu Nak, demi kebahagiaanmu, kami yang sudah terbentuk besar dan dewasa dengan berbagai macam egoisitas bisa tertawa bersama.

Calon Mamamu, Mamamu dan Kamu
Mamamu (mantan istri papa) terlihat mencoba untuk meredam gejolak perasaannya, begitu juga dengan calon Mama sambungmu. Dia terus tetap mencoba dan berusaha untuk tetap berada di samping Papa yang sedang ingin bercengkerama denganmu, meski bukan tidak mungkin kalau dia menyimpan cemburu pada Mamamu. Apalagi melihat aku yang harus tetap memanggil Mamamu dengan kata "Mama" bagimu.

Anakku, saat ini Papa mencintai calon Mama sambungmu. Apapun akan Papa jalani untuk membahagiakannya, sekeras kepala apapun Papamu ini. Biar Papa bisa sekalian belajar bagaimana mencintaimu dan juga calon Mamamu sekaligus. Keadaan ini sangat sulit untuk dijelaskan Nak, apalagi kamu masih kecil saat ini. Semoga suatu saat kamu bisa memahami keadaan Papa dan Mamamu kenapa mesti berpisah.

Papa dan Mamamu masih saling menghormati dan menjaga hubungan baik Anakku. Semoga kamu ketika mulai bisa mendengar suara atau ucapan banyak orang nanti, bisa memahami dan juga bisa tetap menghormati kami berdua dan juga Mama sambungmu. Jangan sampai kamu menjadi pembenci karenanya. Papa yakin ketika kamu dewasa nanti, kamu akan mewarisi cinta kasih dariku. Kebencian tidak akan menyelesaikan apapun Nak, karenanya teruslah terbang dengan cinta. Papa akan terus mendampingimu hingga suatu saat harus berpindah ke Surga.

Papa masih terus berdoa agar suatu hari kamu mau ikut tinggal dirumah Papa. Papa akan bangunkan satu kamar khusus dirumah Nak, seperti papa membangun ruangan khusus buatmu dihati. Ketika kamu usia 8-14 bulan, kamu selalu ada dipelukanku Nak, di dalam satu kamar kumuh sebuah kos-kosan. Tapi sungguh Papa merindukan suasana saat itu. Kamu bahkan tidak bisa lepas dari pelukanku, kalau tidak maka kamu akan menangis keras. Tapi sekarang, kamu dipeluk Papa sebentar saja sulit sekali, kamu selalu berontak. Maafkan Papa bila ada salah Nak. Maafkan pula karena telah menyerahkanmu ke Mamamu waktu itu tanpa pamit kepadamu. Waktu itu, Papa sudah menahan tangis selama perjalanan menyerahkanmu ke Mamamu. Hingga kamu tertidur dan Papa segera menyerahkanmu, sebelum kamu terbangun dan aku harus pingsan melihatmu menangis. Maafkan Papa Nak. Semua demi kebaikanmu.

Putri Aalia Kika Syafii

Teruslah terbang Alia, putri tercintaku.




Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Teruslah Terbang Anakku.

1 comments:

novi rahantan said...

salam hangat buat alia,,, dan mama yang melahirkan ataupun yang tidak tidak.

semuanya tetap mama:)